Rabu, 23 Mei 2018

Who is Your True Love?

Kata orang, keluarga merupakan sumber kasih sayang. Banyak diantara kita tidak menyadari, sekian lama waktu berlalu, apa yang telah kita lakukan, benar salahnya, hanya keluarga yang bisa terus menerima keadaan kita, yang belum tentu orang lain menerimanya.

Diantara kita mungkin juga lupa, ketika menemukan orang baru yang menyatakan perhatian dan perasaannya pada kita, membuat kita lupa bahwa keluarga adalah pihak yang lebih dahulu menyayangi kita. Hanya saja, keluarga jarang mengungkapkan dengan kata dan perbuatan yang 'fresh' sehingga terlupakan, atau tidak kita sadari?

Beberapa kawan yang telah menikah, lalu harus mengikuti suaminya, tinggal jauh dari keluarga, selalu mengatakan hal ini kepadaku, "Ga ada orang yang akan nerima kamu, sayang sama kamu, melebihi sayangnya orangtua ke kamu."

Aku tinggal terpisah rumah dari orangtua sekitar kelas 3 smp, dengan sangat terpaksa waktu itu karena bapak harus pindah dinas saat aku akan menempuh ujian nasional. Waktu itu aku senang sekali karena merasa bebas dari pantauan orangtua, sudah boleh pegang hp, mau jalan keluar rumah sampai malam juga tidak ada yang marah-marah.

Sampai aku menyadari saat kuliah. Orangtuaku yang berada di Jember, aku di Surabaya. Pulang pun tidak tentu dua bulan sekali. Pernah saat aku benar-benar kritis keuangan karena pemakaian uang saku berlebihan, dan kondisi pun sedang sakit. Aku bukan tipikal orang yang jika sedang susah, akan mengadu pada orangtua. Sengaja saat itu aku tidak memberikan kabar kepada orangtuaku bahwa aku sakit.

Namun, ketentuan Tuhan berkata lain. Tiba-tiba bapak ibuku datang ke kosku keesokan harinya.
Ibu berkata, "Ibu ngerasa ga enak perasaan tentang kamu."

Hal itu, terjadi sampai detik ini. Orangtuaku adalah manusia paling baik sedunia, paling peka, dan mereka selalu mengajarkan kepadaku untuk tidak berhutang budi pada orang lain. Mereka selalu bilang kalau ada masalah, mereka mau jadi orang pertama yang tau tentang masalahku. Mereka juga yang menerima sifat sikapku mulai dari yang baik sampai yang kurang baik.

Dari orangtuaku aku belajar menjadi yang terbaik untuk siapapun orang yang aku sayangi dan cintai, dan tidak membalas dendam kepada orang yang menyakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar