Sabtu, 19 Mei 2018

Obat Anti Stres Mujarab

Di dalam diriku dipenuhi banyak pemikiran-pemikiran mulai hal yang kecil sampai hal besar, mulai yang mudah sampai yang rumit, malah kadang hal yang sederhana bisa jadi runyam. Banyak hal yang aku rasa perlu aku pikirkan sendiri daripada harus mengajak orang lain untuk berbagi pikiran, salah satunya adalah memikirkan hal yang belum terjadi, berkepanjangan dan detil. Pernah sampai tidak bisa tidur semalaman dan mengakibatkan tidak maksimal mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan keesokan harinya.

Sering apa yang aku pikirkan terlalu dalam, justru menjadi kenyataan sedetil yang ada di pikiranku. Lalu aku merasa punya kekuatan lain. Hahaha berasa 'cenayang' ya. Namun sayangnya, hal itu bukan hal yang baik untuk dipertahankan, karena seringnya yang terjadi adalah hal-hal yang tidak aku perkenankan terjadi di hidupku.

Suatu hari saat aku menjalin hubungan serius dengan seseorang, aku berpikir detil tentang bagaimana masa depanku kelak bersamanya? Bisakah aku bertahan dengan sifatku dan sifatnya yang berseberangan? Bisakah aku menjadi yang terbaik untuk diriku sehingga bisa membuat dia bahagia? Lalu kami putus. Memang bukan karena aku sepenuhnya, ada faktor pendukung dari luar, dan itu membuatku sekarang takut untuk terlalu berpikir detil tentang hal-hal yang belum tentu terjadi.

Sekarang pun sebenarnya aku tidak dapat menghentikan pemikiran semacam itu sepenuhnya, tetapi berkat pemikiran yang panjang sekian lama aku akhirnya paham dimana batasan seharusnya aku berpikir. Satu-satunya cara ialah berpaling. Berpaling ke hal yang baik, seperti membaca Al Qur'an, silaturahim ke rumh teman, atau fokus pada pekerjaan. Tidak membiarkan diriku dalam kondisi sendirian pun menjadi salah satu alternatif berikutnya.

Ada yang lebih lucu nih, kasus yang lain. Aku bukanlah orang yang mudah fokus. Jadi, saat aku mengerjakan sesuatu, aku tidak bisa melakukan hal 'bercabang'. Saat aku mengerjakan sesuatu, aku harus yakin dulu untuk mampu menyelesaikannya, sebab jika tidak, aku akan menjadi histeris dengan ketidakmampuanku, lalu berakhir putus asa.

Sayangnya kata 'putus asa' sebenarnya bukan sepenuhnya merupakan karakterku, itulah mengapa untuk hal yang satu ini aku bisa bangkit dengan satu kalimat penenang seperti, "When you think you can, you can lah, Yash!"

Kalimat itu kudapatkan dari kakakku yang kala itu mengajariku suatu hal dan aku merasa tidak bisa menyelesaikan tantangan darinya. Kalimat yang sampai saat ini aku yakini bahwa, sebenarnya dari diri kita ini apapun bisa saja dilakukan, asal ada tekad dan kemauan untuk bisa. Asal tekad dan kemauan itu datangnya dari dua arah, pikiran dan perasaan.

Jadi, apa yang kamu ragukan lagi?
Jika kamu berpikir kamu bisa, maka itulah yang akan bisa kamu lakukan.

Sabtu, 19 Mei 2018
Stasiun Jember
Perjalanan menuju Surabaya.

1 komentar:

  1. Kadang kalau gak bisa ngelakuin sesuatu ,tp pikirannya dipenuhi "hajar aja dulu" suka tetiba bisa aja jalaninnya ...

    acipah.com

    BalasHapus