Suatu hari aku pernah merasa tidak sedang berlari tetapi jalan yang aku lalui sangatlah lancar bak jalan tol Pandaan di hari kerja. Namun, pernah juga merasakan ketika berjuang mati-matian, lalu merasa hidupku segitu-gitu saja. Merasa orang lain yang mengambil start point di belakangku, lebih mulus mencapai garis finishnya ketimbang aku yang memulai terlebih dahulu.
Pernahkah kamu, merasakan seperti yang aku pernah rasakan? Sepertinya Tuhan terlihat lebih senang menguji kita terlalu sulit daripada orang-orang di sekitar kita.
Namun, ternyata pemikiran seperti itu salah. Tuhan selalu memberikan ujian sepaket dengan kunci jawabannya. Entah jawabannya akan kita temukan sekarang, nanti, atau ternyata ada jawaban lain yang lebih baik untuk kita.
Ketika berada di keadaan paling terpuruk, tidak tahu lagi harus berbuat apa selain berdoa, biasanya aku meluangkan waktu untuk merenung. Merenung adalah bagian dari hidupku sejak dulu, apapun akan aku renungkan, tidak hanya hal yang menyedihkan, tetapi juga hal yang membuatku senang.
Merenung biasanya tidak ku lakukan di ruangan sepi sendiri, aku lebih senang keluar rumah, mengendarai motor matic kesayangan, atau sepeda gunung yang lebih sering nganggur di garasi rumah. Selain merenung, ada kegiatan lain yang sering aku jadikan sarana refreshing dan relaksasi, yakni berenang.
Menyenangkan diri sendiri itu mudah. Jangan karena kita banyak merasakan hambatan lantas kita menjadi murung dan sedih tidak karuan sampai-sampai membatasi semangat di dalam diri untuk menghadapi kehidupan yang sebentar ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar