Genap sudah aku melangkah untuk tinggal di Provinsi yang belum pernah aku tinggali sebelumnya, Sulawesi Utara. Memutuskan untuk pindah ke daerah lain yang aku sendiri belum terbayang sama sekali kenyamanannya, demi mengikuti langkah suami untuk menjalankan tugas sebagai Pegawai Negeri. Ya, ketika aku memutuskan menikah dengannya, aku sudah memikirkan berkali-kali tentang kesiapanku hidup berpindah-pindah tempat dengannya sesuai SK Penugasan.
Resmi datang untuk tinggal di Manado sejak hampir 2 bulan, tepatnya April 2019, membuatku 'terpaksa' menyamankan diri untuk berasa di tempat baru ini. Bahasa, budaya, tingkat mobilitas, sampai makanan, hmm mungkin hanya makanan yang belum bisa aku rasakan nikmatnya selama tinggal disini. Masih sering kepikiran dan kangen makanan yang dijual di Malang atau Surabaya.
Terimakasih suami, yang sementara ini masih semangat memaklumi istrinya yang sedang berusaha beradaptasi dengan lingkungan disini. Terimakasih juga kakak, sudah mau menerima langkah ibu untuk pindah mengikuti bapakmu bekerja. Ohya hei, kakak adalah panggilan kesayangan kami untuk bayi yang ada di dalam kandunganku. Alhamdulillah kini mulai memasuki usia kehamilan 8 bulan.
Kami belum sempat memikirkan serius nanti akan kami beri nama siapa, hanya saja ada beberapa nama yang terlewat begitu saja dan kami sepakati berdua. Ah, aku pikir nanti kalian akan tau.
Manado di bulan Mei, banyak hal yang ingin aku ceritakan, tapi mungkin tidak di halaman judul ini. Ini hanya permulaan saja, semoga siapapun yang membaca, kalian membaca satu per satu dengan bijak ya, karena akan ada banyak yang ku ceritakan dan cukup bisa memancing emosi hahaha..
Selamat datang kembali jiwa menulismu Urulia Yashinta, semoga segala tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang tidak sengaja membacanya.