Dalam keseharian, kita tidak akan pernah terlepas dari doa, entah secara sadar atau tidak, kita lebih sering menyebut doa dengan 'semoga'.
Allah pun berfirman melalui ayat Al Quran yang berbunyi :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah : 186)
Namun, kali ini aku bicara bagaimana doa bisa menjadi kado terindah yang kita terima.
Suatu hari di akhir tahun 2012, aku berdoa suatu hari impianku bisa terkabul, yakni menjadi orang yang lebih baik dari hari ini, entah faktor dari hidayah yang ku jemput atau keajaiban Illahi. Bertahun-tahun aku menikmati doa yang satu itu, sampai pada suatu hari aku bertemu seorang teman lama yang mengetahui apa doa yang aku panjatkan akhir-akhir ini.
Ia berkata, doaku itu amatlah baik, tetapi sayangnya kurang spesifik. Ia begitu percaya bahwa doa akan terkabul jika kita memohon sungguh-sungguh dan jelas. Meskipun semua orang tahu, Allah Maha Mengetahui, termasuk mengetahui isi hati kita yang terdalam. Namun, sebuah doa merupakan permohonan yang terucap, semakin jelas apa doa kita, maka akan semakin baik. Begitu katanya.
Perlahan-lahan aku mencoba mengubah rapalan doaku. Tidak sebentar. Tidak terlalu lama juga. Apa yang aku panjatkan terpenuhi.
Begitu seterusnya. Doa seperti kamu mengayuh sepeda, mungkin terkadang kamu akan lekas sampai, mungkin juga tujuanmu masih panjang. Doa tidak bisa kita perintah untuk lekas sampai ke tujuannya, tapi kita bisa terus melakukan doa agar apa yang kita 'kayuh' suatu hari akan sampai. Doa yang terkabul adalah hadiah, karena terkabulnya doa merupakan pemberian dari Yang Maha Memberi.
Yaitu Allah, yang akan memberi apa yang kita minta.